Wednesday, November 13, 2019

Profil Bengkulu Kota

Di wilayah Bengkulu pernah berdiri kerajaan-kerajaan yang berdasarkan etnis seperti Kerajaan Sungai Serut, Kerajaan Selebar, Kerajaan Pat Petulai, Kerajaan Balai Buntar, Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Sekiris, Kerajaan Gedung Agung, dan Kerajaan Marau Riang. Di bawahKesultanan Banten, mereka menjadivazal.

Sebagian wilayah Bengkulu, juga pernah berada di bawah kekuasaanKerajaan Inderapurasemenjak abad ke-17.

British East India Company(EIC) sejak 1685 mendirikan pusat perdaganganladaBencoolen/Coolen yang berasal dari bahasa inggris "Cut Land" yang berarti tanah patah wilayah ini adalah wilayah patahan gempa bumi yang paling aktif di dunia dan kemudian gudang penyimpanan di tempat yang sekarang menjadiKota Bengkulu. Saat itu, ekspedisi EIC dipimpin oleh Ralph Ord dan William Cowley untuk mencari pengganti pusat perdagangan lada setelah Pelabuhan Banten jatuh ke tangan VOC, dan EIC dilarang berdagang di sana. Traktat dengan Kerajaan Selebar pada tanggal12 Juli1685mengizinkan Inggris untuk mendirikanbentengdan berbagai gedung perdagangan. Benteng York didirikan tahun 1685 di sekitar muara Sungai Serut.

Sejak 1713, dibangun bentengMarlborough(selesai 1719) yang hingga sekarang masih tegak berdiri. Namun, perusahaan ini lama kelamaan menyadari tempat itu tidak menguntungkan karena tidak bisa menghasilkan lada dalam jumlah mencukupi.

Sejak dilaksanakannyaPerjanjian Londonpada tahun 1824, Bengkulu diserahkan keBelanda, dengan imbalanMalakasekaligus penegasan atas kepemilikan Tumasik/SingapuradanPulau Belitung).[2]Sejak perjanjian itu Bengkulu menjadi bagian dariHindia Belanda.

Penemuan depositemasdi daerahRejang Lebongpada paruh kedua abad ke-19 menjadikan tempat itu sebagai pusat penambangan emas hingga abad ke-20. Saat ini, kegiatan penambangan komersial telah dihentikan semenjak habisnya deposit.

Pada tahun 1930-an, Bengkulu menjadi tempat pembuangan sejumlah aktivis pendukung kemerdekaan, termasukSukarno. Pada masa inilah Sukarno berkenalan denganFatmawatiyang kelak menjadi istrinya.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Bengkulu menjadi keresidenan dalam provinsiSumatera Selatan. Baru sejak tanggal18 November1968ditingkatkan statusnya menjadi provinsi ke-26 (termuda sebelumTimor Timur).

 

 

Sekretariat DPD Partai Gerindra Bengkulu
Jl. Raden Patah No.7, RT 09 Kelurahan Pagar Dewa, Bengkulu
Email. donnabachsin2128@gmail.com
Copyright © 2012 - SMBachsin.com